![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Tingginya angka pengangguran dan sulitnya mencari pekerjaan di Lampung salah satu faktornya adalah karena lapangan pekerjaan yang minim. Tetapi, minimnya lapangan pekerjaan ternyata dipengaruhi oleh rendahnya pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Lampung.
Anggota Komisi V DPRD Lampung, Tulus Purnomo, menjelaskan, saat ini sektor yang bisa menyerap banyak tenaga kerja adalah swasta. Menurut Tulus, sektor swasta bisa banyak menyerap tenaga kerja apabila perekonomian Lampung tumbuh baik.
“Kalau ekonomi Lampung hanya tumbuh 4,7 persen, ya penyerapan (tenaga kerja) kan rendah juga. Setiap satu persen kenaikan pertumbuhan ekonomi, itu hanya menyerap sekian ribu tenaga kerja. Ada hitung-hitungannya. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, tentu lapangan kerja akan terbuka," kata Tulus, Senin (21/3/2016).
Oleh karena itu, lanjut dia, untuk memperbesar penyerapan tenaga kerja di Lampung, pertumbuhan ekonomi di Lampung juga harus baik.
"Kalau pertumbuhan ekonomi semakin baik, istilahnya, tidak perlu menambah lapangan pekerjaan juga, pasti cepat para pencari kerja itu mendapatkan pekerjaan," ujar Tulus.
Selain itu juga, menurut dia, yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan sektor ekonomi kecil menengah. Fasilitas dari perbankan sekarang sudah lebih terbuka dan mudah diakses, seperti dilansir Tribunlampung.
"Sekarang ini kalau tidak salah kredit modal usaha yang diberikan perbankan hanya sekitar sembilan persen, dari yang sebelumnya 13 persen. Sebetulnya itu sudah menjanjikan. Persoalannya adalah, banyak anak muda ini belum bisa mengakses perbankan karena tidak ada pelatihan dan fasilitas. Istilahnya tidak bankable," jelas Tulus.
Makanya, sambung dia, Disnakertrans Lampung bersama dinas terkait lainnya, mengadakan pelatihan bagaimana tenaga kerja muda mampu mandiri melalui UMKM itu dengan fasilitas dari pemerintah.
"Nantinya pasti akan lebih banyak menyerap tenaga kerja, baik di sektor pertanian, perdagangan, jasa dan lain-lain," ungkap Tulus. (*)
