Notification

×

Kopi Lampung dari Tanggamus Mendunia!

03 April 2016 | 8:41 AM WIB Last Updated 2017-06-10T13:27:43Z
Perkebunan kopi di Ulu Belu, Tanggamus, Lampung. (foto: duniaindra)

LAMPUNG - Tanggamus adalah salah satu kabupaten penghasil kopi utama dari Provinsi Lampung. Nama tempat ini sendiri diambil dari nama Gunung Tanggamus (2.100 mdpl) tempat kabupaten itu berada. Perkebunan kopi memenuhi kaki hingga lereng gunung yang memiliki hutan lumut di puncaknya itu. Memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat jam perjalanan darat untuk menuju kawasan Tanggamus.

Wilayah Tanggamus memberikan kontribusi 40 persen dari total hasil kopi di Lampung. Seluruh perkebunan kopi ini dikelola oleh petani kopi yang sebagian besar merupakan perantau dari tanah Jawa. Kopi robusta adalah kopi utama yang ditanam di gunung yang menjadi favorit para pendaki di Lampung.

Kopi Robusta di Tanggamus memiliki ciri yang khas dibandingkan kopi di wilayah lain karena tanahnya yang subur dan pengelolaannya yang menggunakan pupuk alami. Letak geografis juga memberi pengaruh pada ciri khas kopi Tanggamus, seperti dilansir dari laman kopidanbuku pada Minggu (3/4/2016).

Kopi robusta dapat ditanam di atas ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), kalau di ketinggian pada 100 mdpl hingga 200 mdpl rasanya agak hambar. Kopi ini bertekstur kasar, pahit, dan mengandung kafein yang tinggi. Banyak penikmat kopi yang kurang berminat mengonsumsi kopi robusta karena kandungan kafeinnya tinggi. Itulah yang menyebabkan pangsa pasarnya sedikit.

Sayangnya, pohon kopi yang saat ini ada di Lampung sudah tergolong tua. Rata-rata usia pohonnya adalah 20-30 tahun sehingga tingkat produktivitasnya rendah. Meskipun demikian Lampung merupakan pemasok kopi robusta terbesar di Tanah Air dengan produksi rata-rata 100.000-131.000 ton per tahun dengan luas areal kopi mencapai 173.670 hektare.

Produktivitas kopi Lampung 900 kilogram per hektare dengan sentra produksi di Kabupaten Lampung Barat 65.010 hektare, Tanggamus 43.897 hektare, dan 22.594 hektare lainnya tersebar di Kabupaten Waykanan, Lampung Utara, Pringsewu, dan Pesawaran.

Biasanya biji kopi robusta yang dihasilkan di Tanggamus diekspor ke beberapa negara, terutama di kawasan Eropa dan Asia. Negara itu antara lain Alzajair, Armenia, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Mesir, Georgia, Jerman, Yunani, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Malaysia, Maroko, Portugal, Rusia, Singapura, Swiss, Inggris, Afrika Selatan, Rumania, Iran, Amerika Serikat, dan Swedia. (*)