![]() |
| Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin (tengah) saat menerima penghargaan dari MURI. (foto: ist) |
LAMPUNG - Program spektakuler Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin dengan berkantor di lapangan guna mendengar langsung laporan masyarakat, berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan ini diserahkan Kepala Badan Inteljen Negara (BIN) Sutiyoso di Auditorium Hall Jaya Suprana School of Performing Arts, di Mio Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu (2/4/2016).
MURI yang dipimpin Jaya Supraya itu, memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung karena melahirkan terobosan baru dalam memberikan layanan kepada masyarakat, dengan berkantor di luar markas kepolisian.
Sejak Februari 2016, Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin sudah lima kali berkantor di Lapangan Saburai, Enggal atau Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, setiap hari Kamis.
Saat berkantor dengan menggelar tenda itu, Kapolda menyertakan para pejabat utama Polda Lampung, serta jajarannya, termasuk Kapolres Kota Bandar Lampung, seperti dilansir Harianlampung.
Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengadukan langsung persoalan yang dihadapi kepada Kapolda. Selama lima kali berkantor di luar gedung, persoalan yang disampaikan masyarakat mencakup masalah pidana, perdata, hingga layanan aparat kepolisian di daerah Lampung.
Pada penyerahan penghargaan itu, dilanjutkan dengan diskusi dengan tema Saatnya Soft Power untuk Selesaikan Konflik, dengan narasumber Kepala BIN Sutiyoso.
Hadir pada acara itu, Ketua Umum MURI Jaya Suprana, pejabat utama Polda Lampung, Ketua Bhayangkari Polda Lampung Ny. Aida Sofina, dan tamu undangan. (*)
MURI yang dipimpin Jaya Supraya itu, memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung karena melahirkan terobosan baru dalam memberikan layanan kepada masyarakat, dengan berkantor di luar markas kepolisian.
Sejak Februari 2016, Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin sudah lima kali berkantor di Lapangan Saburai, Enggal atau Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, setiap hari Kamis.
Saat berkantor dengan menggelar tenda itu, Kapolda menyertakan para pejabat utama Polda Lampung, serta jajarannya, termasuk Kapolres Kota Bandar Lampung, seperti dilansir Harianlampung.
Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengadukan langsung persoalan yang dihadapi kepada Kapolda. Selama lima kali berkantor di luar gedung, persoalan yang disampaikan masyarakat mencakup masalah pidana, perdata, hingga layanan aparat kepolisian di daerah Lampung.
Pada penyerahan penghargaan itu, dilanjutkan dengan diskusi dengan tema Saatnya Soft Power untuk Selesaikan Konflik, dengan narasumber Kepala BIN Sutiyoso.
Hadir pada acara itu, Ketua Umum MURI Jaya Suprana, pejabat utama Polda Lampung, Ketua Bhayangkari Polda Lampung Ny. Aida Sofina, dan tamu undangan. (*)
