![]() |
| Foto: Ilustrasi/Istimewa |
BANDAR LAMPUNG - Tercatat hingga September 2022, jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung masih tinggi mencapai 995,59 ribu jiwa atau 11,44 persen.
Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada Senin (16/1/2023).
Menanggapi masih tingginya penduduk miskin di Lampung, pemerintah provinsi setempat melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kusnardi mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menekan tingkat kemiskinan di Lampung.
"Kemiskinan harus kita tekan. Intinya kemiskinan antara lain ukuran paling gampang dari ekonomi. Kalau ekonomi tumbuh, harusnya kemiskinan juga berkurang," ujarnya, Jumat (20/1/2023).
Menurut Kusnardi, Pemprov Lampung tengah berupaya untuk melakukan pemerataan ekonomi dalam menekan angka kemiskinan di Lampung.
"Di samping pertumbuhan ekonomi itu ada pemerataan, itu yang kita coba di sana, jadi pendapatan dari pertumbuhan ekonomi tidak hanya ke segelintir orang tapi merata, kita sedang laksanakan dengan beberapa program, termasuk program sosial dan sebagainya," kata dia, dilansir Kumparan.
Diketahui, meski masih ada 995,95 ribu jiwa penduduk miskin di Lampung, jumlah itu mengalami penurunan jika dibandingkan pada Maret 2022 lalu.
Data dari BPS Lampung, ada penurunan sebesar 6,82 ribu jiwa jumlah penduduk miskin di Lampung.
Dari jumlah itu, penduduk miskin masih terkonsentrasi di perdesaan sebanyak 756,48 ribu jiwa dan di perkotaan 239,11 ribu jiwa. (*)
