Notification

×

Kacau! Disawer saat Mengaji, Qoriah Merasa Tidak Dihargai, MUI: Tidak Etis

08 January 2023 | 8:25 AM WIB Last Updated 2023-01-09T15:19:01Z
Seorang qoriah disawer saat lantunkan Al Qur'an (Foto: Istimewa)

BANTEN - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan viralnya berita wanita mengaji disawer. Seorang qoriah disawer saat lantunkan Al Qur'an.


Video yang menampilkan qoriah disawer itu pun viral di media sosial atau medsos.


Dalam video tersebut, seorang pria menyawer qoriah yang sedang mengaji di atas panggung.


Kemudian ada juga pria lainnya yang menyelipkan uang ke kerudung.


Qoriah tersebut bernama Nadia Hawasy mengungkapkan, peristiwa dalam video tersebut terjadi saat dirinya menghadiri acara maulid di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Oktober 2022.


Saat itu ia diundang untuk mengisi acara Maulid Nabi sebagai qoriah.


"Dan saya tidak tahu kalau pada saat saya ngaji, panitia baik laki-laki maupun perempuan akan sawer saya," kata Nadia, dilansir dari Kompas pada Ahad (8/1/2023).


Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah laki-laki menyawer Nadia dengan uang saat sedang mengaji Alquran.


Bahkan, ada seorang laki-laki yang menyelipkan uang di kerudung qoriah.


Merasa Tidak Dihargai


Qoriah Nadia Hawasy angkat bicara usai videonya disawer saat mengaji Alquran viral di media sosial. Nadia mengaku merasa tidak dihargai dengan aksi sawer tersebut.


"Saya merasa tidak dihargai," ujar Nadia dalam pesan singkatnya.


Namun, dia tidak bisa marah saat itu karena posisinya sedang mengaji.


 "Tidak mungkin saya mau langsung tegur atau saya langsung berhenti dan turun dari panggung karena itu termasuk adab dalam membaca Alquran," ungkap Nadia.


Seusai beres melantunkan ayat suci Alquran dan turun dari panggung, Nadia langsung menegur panitia.


 "Jadi sebetulnya panitia yang salah, tidak menghormati kita sebagai pembaca Alquran," kata dia.


MUI Pandeglang: Tidak Etis


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang merespons video viral Qoriah Nadia Hawasy disawer saat melantunkan Al Quran.


Ketua MUI Pandeglang KH Zamzami Yusuf mengatakan, tindakan menyawer qoriah tidak etis, karena semestinya jemaah memerhatikan ketika ada orang yang mengaji.


“Kalau sawer, di kampung biasanya memberikan sesuatu karena ada keistimewaan pada qori/qoriah. Tapi tidak etis kalau lagi melantunkan ayat suci Alquran harus ada saweran harusnya memerhatikan,” ujar Zamzami saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (5/1/2023).


Zamzami menjelaskan, memberikan hadiah sebetulnya boleh saja, namun sebaiknya dilakukan setelah selesai melantunkan Alquran.


Namun ketika qoriah sedang mengaji, semestinya diperhatikan dan direnungkan.


"Memaknai yang dibaca. Mestinya memang begitu," katanya.


Bahkan dalam adab membaca Alquran, tidak baik ada 2 atau 3 orang mengobrol tanpa memerhatikan. Itu bertentangan dengan perintah Allah SWT. 


Zamzami juga memaklumi jika Nadya merasa tersinggung dengan aksi sawer tersebut. Dia mengaku, baru pertama kali mendengar istilah sawer untuk qariah yang sedang mengaji.


Agar peristiwa tersebut tidak terulang, Zamzami mengimbau segenap masyarakat untuk memerhatikan ketika ada qori/qoriah sedang melantunkan Alquran.


"Saya berharap kepada segenap masyarakat, seluruh MUI kecamatan tatkala ada Alquran dibaca dalam acara apapun kita harus mengikuti perintah dan imbauan.


Sebab tuntunan Alquran harus memerhatikan, sebab ada dua kata perhatikan dan dengarkan berarti kan perintah untuk menghayati isinya," kata dia. (*)