![]() |
| Ilustrasi gua tempat lelaki menguji rezeki dari Allah SWT (Foto: iStock) |
JAKARTA - Rezeki adalah ketetapan yang telah ditentukan Allah SWT.
Setiap makhluk telah memiliki rezeki masing-masing, meskipun tetap diperlukan usaha untuk menjemputnya.
Jangan sekalipun meragukan rezeki dari Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT Maha Besar dan Maha Segalanya.
Ada kisah seorang lelaki yang ingin menguji rezeki dari Allah SWT, dengan sengaja berdiam diri di dalam goa.
Namun ternyata Allah SWT mengirimkan rezeki lewat cara yang tak pernah ia duga.
Kisah ini dituliskan Utsman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir dalam bukunya 'Durratu an-Nashihin Fi al-Wa'd wa al Irsyad'.
Dikisahkan bahwa Imam az-Zahidi ingin menguatkan keyakinan tentang rezeki yang telah dijamin Allah.
Beliau pergi ke suatu tempat, yang mana tempat itu ada di sebuah gunung, lalu dia masuk ke sebuah goa dan duduk di dalam goa tersebut.
Beliau berkata : Aku hendak menyaksikan, bagaimana caranya Tuhan hendak memberiku rezeki di tempat ini?
Kemudian datanglah rombongan pendaki yang telah melakukan perjalanan jauh, lalu datang menelusuri daerah itu.
Tetapi tiba-tiba Allah SWT menurunkan hujan, sehingga pendaki itu terpaksa mencari tempat teduh, maka mereka pun masuk ke dalam gua yang di tempati Imam az-Zahidi.
Mereka menemukan Imam az-Zahidi terdiam di dalam goa tersebut.
Salah satu pendaki bertanya kepada Imam az-Zahidi : Wahai hamba Allah!
Ketika Imam az-Zahidi dipanggil, beliau tidak menjawabnya.
Si pendaki berkata : Jangan-jangan dia kedinginan, sehingga tidak mampu berbicara!
Lalu mereka menyalakan api unggun di dekatnya sampai suasana terasa hangat, lalu beliau diajak bicara lagi, akan tetapi Imam az-Zahidi tidak menjawab pertanyaan mereka.
Mereka berkata : Jangan-jangan orang ini kelaparan, sampai tidak bisa diajak bicara!
Maka mereka pun menyediakan makanan dan memberikan isyarat bahwa sudah ada makanan di depannya yang bisa untuk dimakan.
Tetapi Imam az-Zahidi tidak memakannya walaupun hanya sedikit.
Mereka berkata : Jangan-jangan orang ini sudah lama tinggal di goa ini, sehingga dia tidak mendapatkan makanan sedikitpun, oleh karena itu buatkanlah susu panas agar ia dapat meminumnya.
Mereka lantas membuatkan bubur susu dengan gula dan menyajikan kepada Imam az-Zahidi, akan tetapi beliau tidak menoleh ke arahnya sama sekali.
Mereka berkata lagi : Jangan-jangan giginya sudah linu susah untuk digerakkan, karena sudah lama tidak makan dan saking kelaparan.
Kemudian di antara rombongan pendaki, ada dua laki-laki yang mau membantu membuka mulutnya dan hendak menyuapkan makanan kepada Imam az-Zahidi, tiba-tiba seketika itu Imam az-Zahidi tertawa.
Mereka bertanya kepada beliau: Apakah kamu gila?
Beliau menjawab: Tidak, akan tetapi aku hendak ingin menguji Tuhanku, bagaimana caranya Tuhan memberikan rezeki yang telah dijamin untukku. Sekarang aku mengerti bahwa Dia akan mengaruniakan rezeki kepada hamba-Nya dalam segala hal, bagaimanapun keadaan hambanya, dimanapun keberadaan hambanya. (*)
