Notification

×

Minyak Goreng Subsidi 'Minyakita' Langka di Lampung, Harga Naik

06 February 2023 | 11:55 AM WIB Last Updated 2023-02-11T08:44:49Z

HET Rp 14.000/Liter tercantum di kemasan Minyakita (Foto: Istimewa)


BANDAR LAMPUNG - Akibat langka, harga minyak subsidi pemerintah 'Minyakita' kini harganya naik.


Harga minyak itu yang dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu, kini naik menjadi Rp 16 ribu per liter.


Mirisnya, selain harga naik, keberadaan Minyakita juga langka. Sejumlah pedagang di Lampung mengaku sudah sekitar dua pekan tidak menjual minyak goreng tersebut karena stok habis.


Hal itu seperti diungkapkan pedagang minyak goreng di Pasar Cimeng Bandar Lampung, Suratno.


Sudah sekitar dua minggu dia tak menyediakan Minyakita. Padahal permintaan masyarakat terhadap minyak ini cukup banyak.


“Harganya naik karena barangnya tak ada. Tapi sebenarnya bukannya tidak ada sama sekali. Kalau beli (di grosir/distributor) dibatasi dan tidak setiap hari ada,” ujar Suratno, Ahad (5/2/2023).


Senada diungkapkan Mila, pedagang minyak goreng lainnya, yang mengatakan orang-orang lebih banyak mencari Minyakita daripada minyak goreng kemasan merek lainnya.


“Harganya sama, tapi Minyakita isinya lebih banyak dari merek lain. Saat ini (Minyakita) habis, mereka balik ke minyak goreng curah,” kata dia, dilansir IDNTimes.


Menurutnya minyak goreng curah banyak disukai karena harganya murah. Ukuran minyak curah pun berbeda dengan minyak kemasan.


Minyak curah dijual per kilo dan minyak kemasan dijual per liter. Harga minyak curah saat ini hanya Rp 15 ribu per kilogram.


Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol menjelaskan minyak goreng dengan HET di Indonesia hanya ada dua.


Keduanya yakni minyak curah namun dikemas pemerintah dengan merek 'Minyakita' dan minyak curah biasa. Sedangkan minyak goreng kemasan lain menyesuaikan.


“Ini program pemerintah, makanya saat itu produksi dibatasi setiap produksi 1 ton saja. Ternyata permintaan banyak. Menurut masyarakat minyak ini bagus," jelas Wilson. 


Namun, lanjut dia, walau permintaan bagus, distributor memproduksinya belum menambah karena masih sesuai kesepakatan dengan pemerintah saat itu hanya 1 ton.


"Pemerintah pusat saat ini sudah meminta pihak produsen Minyakita untuk memperbanyak produk, sehingga Maret 2023 stok barang kemungkinan akan banyak kembali," terang Wilson.


Terkait harga Minyakita saat ini, dia mengatakan harga dari distributor masih sama Rp 14 ribu. 


Menurutnya kenaikan harga pada minyak goreng merek ini dikarenakan sudah berpindah tangan saja.


“Di distributor kita selalu tetapkan HET. Kalau ada yang naik, mungkin ada beberapa pedagang yang cari keuntungan sedikit. Soal sanksi, sepanjang distributor yang melakukan. Tapi kalau oknum 1, 2 pedagang kita masih persuasif,” ujar Wilson.


Rencananya sebelum Ramadhan tahun ini atau bulan puasa, Pemkot Bandar Lampung akan melakukan operasi pasar menyediakan kebutuhan pangan murah bagi masyarakat. (*)