LAMPUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memprediksi musim kemarau di Provinsi Lampung akan berlangsung cukup panjang hingga November mendatang.
"Pengaruh El-Nino yang saat ini melanda, dapat menyebabkan musim kemarau tahun ini akan lebih panjang," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Sugiyono di Bandar Lampung, Senin (29/6/2015).
Ia menyebutkan, untuk Lampung, musim kemarau sebenarnya telah dimulai sejak bulan Mei lalu, namun secara umum mulai berkurangnya curah hujan baru dimulai pada pertengahan bulan Juni.
Terkait pengaruh El-Nino saat ini, Sugiono menjelaskan, dampak El-Nino sedikit banyak bisa mempengaruhi musim kemarau di Lampung, dengan adanya gejala ini musim kemarau dapat lebih panjang masanya.
Gejala El-Nino yang menimpa Lampung tahun ini bersifat moderat atau sedang, meskipun tidak seperti gejala El-Nino pada tahun 1997 dan 2009 lalu yang bersifat kuat, masyarakat harus tetap waspada karena gejala alam ini dapat menyebabkan sedikit gagal panen, curah hujan berkurang dan masa kemarau sedikit lebih panjang.
Terkait daerah yang paling berpengaruh dengan musim kemarau tahun ini di Lampung, menurut Sugiono, dari pantauan BMKG, yang akan sangat berpengaruh dengan datangnya musim kemarau tahun ini yaitu, daerah Lampung Timur, Lampung Selatan bagian Selatan, dan sedikit di daerah Utara Lampung.
"El-Nino pada 1997 dan 2009 lebih kuat sehingga mengakibatkan gagal panen, kemarau panjang dan kering sehingga dampaknya terjadi kebakaran hutan," jelasnya, seperti dilansir Beritasatu.
Sugiyono lebih lanjut mengatakan, musim kemarau di Lampung diprediksi akan berlangsung hingga lima bulan ke depan, namun meskipun kemarau masih terdapat hujan dengan intensitas ringan atau kecil sekali, untuk itu masyarakat diharapkan tidak membakar sampah sembarangan yang dapat memicu terjadinya kebakaran serta menghemat penggunaan air.
Ia mengatakan intinya musim kemarau saat ini perlu mewaspadai cuaca panas terutama berkaitan dengan aktivitas masyarakat di lahan-lahan perkebunan dan hutan untuk tidak membakar kebun atau hutan yang akan dijadikan lahan pertanian dan perkebunan.
Sugiyono menambahkan musim kemarau ini juga dipengaruhi oleh El-Nino yang cukup moderat yang mengakibatkan curah hujan berkurang suhu kering dan udara panas.
"Dampak El-Nino itu kemarau agak panjang," katanya.
Ia juga meminta kepada masyarakat atau petani untuk menghemat air pada musim kemarau saat ini. Khusus petani diminta untuk menanam tanaman yang masa tanamnya lebih pendek atau tahan terhadap cuaca panas. (*)
Ia juga meminta kepada masyarakat atau petani untuk menghemat air pada musim kemarau saat ini. Khusus petani diminta untuk menanam tanaman yang masa tanamnya lebih pendek atau tahan terhadap cuaca panas. (*)
