![]() |
| Margriet Megawe |
LAMPUNG ONLINE - Salah satu tersangka pembunuh Angeline, Agus Tay Tamba, sempat marah dan mengamuk ketika proses rekonstruksi pembunuhan berlangsung, Senin (6/7/2015). Itu terjadi ketika polisi menggelar adegan ke 50 hingga 60, yang merupakan proses pembunuhan yang digelar di Jalan Sedap Malam 26, Denpasar, Bali.
Dalam proses rekonstruksi, ada 81 adegan pembunuhan yang diperagakan selama hari ini. Adegan pembunuhan diperankan penyidik. Ini karena Margriet Megawe, ibu angkat Angeline yang juga tersangka, menolak memerankan adegan menjambak rambut Angeline. Juga membenturkan kepala Angeline ke tembok.
Sesaat kemudian, Margreit memanggil Agus Tay, pembantunya untuk masuk ke dalam kamar dan Angeline terlihat dalam keadaan tergeletak. Agus lalu diminta untuk membungkus dan melepas bajunya untuk dimasukkan ke dalam bungkusan dan menyeretnya bungkusan mayat itu ke tempat penguburan.
Di tempat penguburan, semua dilakukan dengan pengawasan Margreit.
“Bahkan yang memutar mayat di lubang itu adalah Margreit ,” kata Hotman Paris, pengacara Agus Tay di sela proses rekonstruksi, seperti dilansir Tempo.
Saat itulah, sempat terjadi kesalahpahaman karena dalam BAP Margreit membantah telah memanggil Agus. Akibatnya, Agus meledak amarahnya dan memukul tiang rumah.
“Kau pembohong Margreit,” sergah Agus.
Menurut Hotman, saat rekontruksi, Margreit ada di sekitar lokasi bersama sejumlah penyidik. Hotman sempat melihatnya dan tampak Margreit sangat tenang , tidak emosional bahkan sempat tersenyum. Selain Margreit, anggota keluarga lainnya juga ada di lokasi dan ikut menyaksikan rekontruksi.
“Saya lihat Yvonne juga tenang dan tidak tampak marah,” kata Hotman.
Di sisi lain, rekontruksi dengan melibatkan saksi Handono dan Susiani , menurutnya, menunjukkan adanya kesesuaian dengan keterangan Agus. Yakni mengenai kejadian pada hari H, 16 Mei 2015, mulai pagi hingga pukul 12.30 wita sebelum peristiwa pembunuhan terjadi. (*)
