Notification

×

Musda Dewan Kesenian Lampung Diprediksi Formatur Tunggal

06 July 2015 | 9:15 AM WIB Last Updated 2015-07-06T02:22:28Z
Ketua DKL periode sebelumnya, Syafariah Widiyanti (kiri) dan Aprilani Yustin Ficardo (kanan). (ist)

LAMPUNG - Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Kesenian Lampung VII yang akan berlangsung di Balai Keratun Pemprov Lampung di Bandar Lampung hari ini, Senin (6/7/2015), diprediksi memilih Yustin Ficardo sebagai Ketua Umum sekaligus formatur tunggal untuk menetapkan pengurus di bawahnya.

Menurut Tanjung, seniman tari Lampung, di Bandar Lampung, Minggu (5/7/2015), apabila perkiraan itu benar maka Ketua Umum yang diprediksi terpilih Yustin Ficardo, diminta dapat mengakomodasi dua arus kuat dalam kelompok seniman Lampung.

Tanjung menyatakan, jika ingin Dewan Kesenian Lampung (DKL) mendatang lebih kondusif, maka ketua umum terpilih yang mendapat mandat menyusun kepengurusan baru bisa mengakomodasi dua kelompok yang ada saat ini.

"Saya berharap ibu Yustin bisa terbuka dan melihat secara jernih dua kelompok yang ada di dalam kesenian di Lampung," kata Tanjung.

Anggota Komite Tari DKL periode lalu ini menilai, DKL di bawah kepemimpinan Hary Jayaningrat cenderung mengalami kemunduran, antara lain terlihat dari banyak program DKL yang tak layak dilaksanakan oleh lembaga sekelas DKL.

"Transparasi anggaran yang tidak terbangun selama tiga tahun terakhir ini, sangat menggangu. Pengurus DKL tidak tahu besaran anggaran per tahun, itu benar-benar lucu," ujar Tanjung.

Ia berharap, kepengurusan DKL ke depan khususnya jabatan penting, yaitu ketua harian, sekretaris, dan bendahara dapat diakomodir dari dua kelompok, yaitu kelompok Hari Jayaningrat dan Isbedy Stiawan ZS.

"Nah, ini yang harus hati-hati saat menyusun kepengurusan DKL periode tiga tahun mendatang. Kalau ingin lembaga ini kondusif dan bisa membantu pemerintah, masukkan saja dua nama itu," kata Tanjung.

Rusli A Syukur, koreografer jebolan Bagong Kussudiarjo dan telah melanglang ke Eropa ini, menginginkan ketua harian DKL yang akan datang bukan PNS, seperti dilansir Ciputranews.

"Ia harus seniman dan sudah dikenal secara nasional dan mancanegara," kata Rusli.

Selain itu, katanya lagi, ketua harian itu adalah sosok yang punya komitmen membangun kesenian di Lampung. Tidak menjadikan kedekatan dengan pusat kekuasaan hanya untuk menjaga jabatannya.

Tanjung dan Rusli juga mengkritisi cara kerja panitia pelaksana Musda DKL VII yang terkesan diam-diam, mengingat semula jadwal pelaksanaan MDKL mundur sejak Maret, namun tiba-tiba dilaksanakan pada Ramadan ini. (*)