BANDAR LAMPUNG - Pemerintah kota (Pemkot) Bandar Lampung, Provinsi Lampung mulai membenahi sektor pariwisata, dengan memperbaiki akses jalan ke kawasan wisata. Selaih itu, pemkot juga akan membangun replika Kapal Berouw yang merupakan peninggalan Belanda.
Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN mengatakan pembangunan jembatan Kampung Berouw, Kecamatan Teluk Betung Barat, sebagai bentuk usaha Pemkot Bandar Lampung memperbaiki akses objek wisata yang ada.
"Kapal Berouw merupakan peninggalan Belanda. Untuk itu ke depan rencananya pemkot akan membangun replika Kapal Berouw tersebut, sehingga nantinya menjadi tempat rekreasi dan objek pariwisata baru yang menari," ujarnya, Kamis, (2/7/2015).
Dijelaskan pula, pembangunan jembatan yang menelan biaya sebesar Rp 45 miliar tersebut dilengkapi monumen, taman, dan akses menuju replika Kapal Berouw yang terletak di bantaran sungai.
Menurut Herman HN, penyelesaian pembangunan jembatan yang dikerjakan PT Usaha Titian Jejama selaku pengembang tersebut, ditargetkan selesai pada akhir tahun 2015. Sedangkan untuk pembangunan replika kapal Berouw kemungkinan baru akan dianggarkan pada 2016.
"Jembatan tersebut nantinya akan menjadi akses utama ke Negeri Olok Gading," jelas Herman HN.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata (Disbudpar) Bandar Lampung, Yus Amri mengaku selama ini pihaknya terkendala anggaran dalam pembangunan dan pemeliharaan objek wisata tersebut, seperti dilansir RRI.
Menurut sejarah, kapal Berouw yang dalam bahasa Belanda berarti penyesalan yang mendalam, terdampar akibat letusan Gunung Krakatau, pada 27 Agustus 1883. (*)
