![]() |
| Peragaan pemilihan umum sistem e-voting. (ilustrasi) |
LAMPUNG ONLINE - Jelang pemilihan wali kota (Pilwakot) Bandar Lampung, sejumlah tokoh dan incumbent mulai menunjukkan diri untuk ikut pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang. Kondisi politik di Bandar Lampung bak api dalam sekam. Sepintas di permukaan terlihat adem. Tapi sesungguhnya kondisi perpolitikan berebut kursi wali kota Bandar Lampung BE 1 A ini sudah mulai menghangat.dan cukup memanas.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Votes on Election Studies (Invest) Munatsir Mustaman dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin (13/7/2015).
Menurut dia, dalam survei opini publik yang dilakukan oleh Indonesia Votes and Election Studies (Invest) terjaring empat tokoh di Kota Bandar lampung yang diprediksi calon kuat untuk maju dalam pilwakot Bandar Lampung mendatang.
Kempat tokoh tersebut yaitu calon wali kota Bandar Lampung petahana Herman HN, bakal calon wali kota (Bacawalkot) Bandar Lampung yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) Maruly Hendra Utama, anggota DPRD Provinsi Lampung dari partai Demokrat Hartarto Lojaya, serta Koordinator Komite Anti Korupsi (Koak) Lampung Muhammad Yunus yang maju sebagai calon independen.
“Berdasarkan popularittasnya adalah sebagai berikut, masyarakat mengenal dan tahu nama Herman HN 78,2 % , Hartarto Lojaya 72,3 %, Maruly Hendra Utama 59,2 %, Muhammad Yunus 34,3%. Populatitas yang tinggi dari Herman HN dikarenakan sedang menjabat sebagai wali kota Bandar Lampung dan pernah mencalonkan diri sebagai gubernur Lampung. Sedangkan Hartarto Lojaya karena terpilih untuk kedua kalinya sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung. Sedangkan Maruly lebih dikenal karena mantan aktivis. Begitu juga Muhamad Yunus sebagi pegiat anti korupsi,” paparnya.
Tak hanya itu, hasil temuan Invest terkait akseptabilitas ke empat calon, maka Herman HN memiliki tingkat akseptabilitas oleh warga Bandar Lampung sebesar 29,3 %, Hartarto Lojaya 26,2%, Maruly Hendra Utama 13,2% dan Muhamad Yunus 7,2 % dan yang belum memilih 24,1 %.
“Berdasarkan jawaban spontan responden atas pertanyaan siapa yang akan dipilih jika pemilihan wali kota dilakukan hari ini, maka Herman HN akan dipilih responden sebanyak 30,1%, Hartarto Lojaya 31,2%, Maruly Hendra Utama 14,2% dan Muhamad Yunus 5,3 % dan yang belum memilih 19,2 %,” jelas Munatsir.
Namun demikian, dalam akhir paparannya Munatsir Mustaman mengingatkan, meskipun sebagian besar responden menyebutkan sudah mantap dengan pilihan calon wali kotanya dalam survei ini, namun jumlah yang belum mantap dengan pilihannya masih cukup besar, seperti dilansir Okezone.
“Sehingga potensi Herman HN, Hartarto Lojaya dan Maruly Hendra Utama sangat terbuka untuk memenangkan pemilihan wali kota Bandar Lampung, semua bergantung pada kerja tim sukses dan partai pengusung, serta perang opini di media yang bisa mempengaruhi pilihan rakyat terhadap calon. Biasanya jika elektabilitas incumbent dibawah 50%, akan membuat Herman HN harus berkerja keras untuk bisa memenangkan pemilihan wali kota Bandar Lampung,” pungkasnya.
Dalam survei ini, jumlah responden/sample diambil dari jumlah populasi daftar pemilih tetap pada pemilu 2014 sebesar 634.041 pemilih adalah 1.722 sample atau responden dengan menggunakan metode penaikan sample, yaitu metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 98% dan margin error ± 2,8 %. Survey ini dilakukan oleh Indonesia Votes and Election Studies (Invest) pada 27 Juni 2015 sampai dengan 6 Juli 2015. (*)
