Notification

×

Polda Lampung: Gajah Yongki Dibunuh saat Masa Birahi

01 October 2015 | 11:00 PM WIB Last Updated 2015-10-02T06:35:53Z
Bangkai gajah Yongki. (ist)

LAMPUNG - Pihak Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Lampung telah melakukan rekonstruksi dan memeriksa 12 orang saksi, terkait kematian gajah patroli 'Yongki' di Resort Pemerihan, Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, dalam kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Lampung pada Jumat (18/9/2015) lalu.

Dari hasil rekonstruksi polisi belum mendapatkan data tambahan, kecuali kondisi gajah jantan tersebut yang saat tewas masih dalam masa keemasan atau masa subur (birahi).

"Gajah pada masa birahi itu sangat sulit didekati, sehingga sudah bisa dipastikan pelaku mengenal dan memahami kondisi sasarannya," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Lampung, Kombes Dicky Patrianegara, Kamis (1/10/2015)

"Kami melakukan rekonstruksi pada dini hari atau sekitar pukul 01.00 sampai 02.00 WIB, ternyata memang pelaku memahami kondisi sekitarnya," tambahnya.

Dia menjelaskan, lokasi kejadian hanya sekitar 200 hingga 300 meter dari camp tempat tinggal gajah patroli TNBBS di Resort Pemerihan itu, bukanlah jarak yang mudah ditempuh oleh sembarangan orang.

"Kondisi hutan yang sangat gelap di malam hari kemudian naik turun perbukitan hingga menyusuri sungai merupakan akses utama menuju lokasi kejadian," ungkap Dicky.

Pihaknya menduga jika pelaku adalah orang-orang yang berada di wilayah itu. Ia memperkirakan, saksi-saksi yang ingin diperiksa akan terus bertambah, mengingat kondisi daerah sekitar yang juga terdapat wilayah perkampungan masyarakat.

"Masih kami selidiki, mudah-mudahan secepatnya sudah ada keterangan lebih lanjut terkait pelaku pembunuhan gajah patroli itu. Mungkin saja mereka dapat mengetahui apakah ada perbedaan atau kejadian tidak biasa di malam itu, seperti orang mencurigakan atau lainnya," ujar Dicky.

Terkait adanya dugaan pelaku adalah mantan pawang gajah di TNBBS, Dicky mengatakan, belum bisa memastikannya karena masih memerlukan data dan fakta untuk pengembangan penyelidikan kasus ini.

"Kami juga masih menunggu hasil akhir penyebab kematian gajah tersebut," terangnya, seperti dilansir Beritasatu.

Dalam penjelasan tertulis yang diterima pada Senin (21/9) malam lalu, Kepala Balai Besar TNBBS, Timbul Batubara menjelaskan bahwa pada Jumat (18/9) sekitar pukul 07.30 WIB, gajah sumatera bernama Yongki yang merupakan bagian Elephant Patrol Team di Resort Pemerihan TNBBS ditemukan dalam kondisi mati, dan kedua gadingnya hilang.

Lokasi kematian gajah berada di sekitar 300 meter belakang pos Resort Pemerihan, SPTN Wilayah II Bengkunat, BPTN Wilayah I Semaka.

"Kematian gajah tersebut diindikasikan akibat dibunuh," kata Timbul Batubara.

Dia menjelaskan bahwa atas kematian gajah Yongki itu, sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim TNBBS.

Timbul menjelaskan, informasi dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Tim TNBBS, menunjukkan tidak didapati adanya bekas luka tembakan, mulut tidak berbusa dan tidak bau tapi lidah sangat biru.

Secara umum semua organ dalam tampak normal (makroskopis) dan tidak ditemukan abnormalitas kecuali ditemukan cacing paramphistomum di usus besar, tetapi infeksi tidak berat.

"Kasus ini dalam proses penyelidikan," kata Timbul. (*)